Dari SOHO Menuju VOHO: Ketika Hunian 24 M² Menjadi Pusat Ekonomi Digital Warga Rumah Susun Tanah Abang

Swarsta 16 Jun 2026 10:10 5 min read 7 views By Forward Admin

Share berita ini

Dari SOHO Menuju VOHO: Ketika Hunian 24 M² Menjadi Pusat Ekonomi Digital Warga Rumah Susun Tanah Abang
Di tengah perubahan perilaku konsumen menuju perdagangan daring, konsep VOHO (Vertical Office Home Office) menawarkan arah baru bagi pembangunan kota.

SWARSTA NEWS - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja dan berusaha. Jika dahulu konsep Small Office Home Office (SOHO) identik dengan kalangan profesional dan perusahaan rintisan, kini muncul fenomena baru di kalangan masyarakat perkotaan : hunian yang berfungsi sekaligus sebagai pusat aktivitas ekonomi keluarga. 

 

Di tengah rencana pembangunan kembali Rumah Susun Tanah Abang (RSTA), banyak warga menilai bahwa unit berukuran 24 meter persegi sudah memadai untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus ruang usaha berbasis daring. 

 

Pergeseran ini menunjukkan lahirnya paradigma baru yang dapat disebut sebagai Vertical Office Home Office (VOHO), yaitu pemanfaatan hunian vertikal sebagai pusat kegiatan ekonomi digital.

 

Transformasi Cara Berdagang

 

Selama puluhan tahun, denyut ekonomi warga RSTA sangat erat dengan aktivitas di Pasar Tanah Abang. Keberhasilan usaha bergantung pada jumlah pembeli yang datang langsung ke toko atau kios. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pola tersebut berubah secara drastis.

 

Semakin banyak transaksi dilakukan melalui platform digital, media sosial, dan layanan e-commerce. Konsumen tidak lagi harus datang ke pasar untuk memilih barang, melainkan cukup memesan melalui telepon genggam dan menerima kiriman di rumah. Akibatnya, sebagian pedagang merasakan penurunan jumlah pengunjung fisik, sementara penjualan daring justru terus meningkat.

 

Rumah 24 M² yang Lebih Produktif

 

Bagi sebagian orang, luas 24 meter persegi mungkin dianggap terbatas. Namun bagi banyak warga RSTA, ukuran tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup modern apabila dirancang secara efisien.

 

Dengan konsep furnitur multifungsi dan tata ruang yang baik, unit tersebut dapat mengakomodasi:

 

- Area tidur keluarga.
- Ruang kerja dengan komputer atau laptop.
- Tempat penyimpanan stok barang.
- Sudut khusus untuk pengemasan pesanan.
- Area siaran langsung (live shopping) atau pembuatan konten promosi.
- Meja administrasi untuk mengelola transaksi digital.

 


Hunian tidak lagi sekadar tempat beristirahat, tetapi juga menjadi pusat produksi, pemasaran, dan distribusi usaha mikro keluarga.

 

Munculnya Konsep VOHO (Vertical Office Home Office)

 

Jika konsep SOHO berkembang di kawasan bisnis modern, maka kondisi di RSTA menunjukkan peluang lahirnya konsep baru yang lebih relevan bagi masyarakat perkotaan berpenghasilan menengah.

 

VOHO (Vertical Office Home Office) adalah model hunian vertikal yang memungkinkan penghuni menjalankan aktivitas ekonomi dari rumah tanpa harus memiliki kantor terpisah. Dalam model ini, apartemen atau rumah susun menjadi pusat operasional usaha berbasis digital yang didukung oleh koneksi internet, logistik, dan platform perdagangan elektronik.

 

Konsep ini tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan produktivitas keluarga.

 

Pergeseran dari Toko Fisik ke Etalase Digital

 

Fenomena yang dirasakan pedagang Tanah Abang mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Keputusan membeli kini lebih banyak dipengaruhi oleh foto produk, ulasan pelanggan, siaran langsung, dan promosi di media sosial daripada kunjungan langsung ke toko.

 

Dengan demikian, keberhasilan usaha tidak lagi ditentukan oleh luas toko atau lokasi strategis, melainkan oleh kemampuan membangun kepercayaan dan menjangkau pelanggan melalui kanal digital.

 

Dalam konteks ini, rumah menjadi studio pemasaran sekaligus pusat distribusi yang jauh lebih efisien.

 

Redevelopment yang Mendukung Ekonomi Digital

 

Pembangunan kembali RSTA dapat menjadi momentum untuk merancang hunian yang benar-benar mendukung kebutuhan ekonomi masa depan. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, desain kawasan dapat dilengkapi dengan:

 

- Internet berkecepatan tinggi di seluruh kawasan.
- Area bersama untuk pengemasan dan pengiriman barang.
- Loker pintar atau pusat pengambilan paket.
- Ruang kerja bersama bagi pelaku usaha.
- Studio konten sederhana untuk promosi digital.
- Sistem keamanan dan akses yang mendukung aktivitas logistik.


Dengan fasilitas tersebut, setiap unit hunian dapat berfungsi sebagai simpul ekonomi digital yang saling terhubung.

 

Efisiensi yang Menguntungkan Keluarga

 

Bekerja dari rumah memberikan berbagai keuntungan nyata bagi warga. Biaya transportasi dapat ditekan, waktu perjalanan berkurang, dan anggota keluarga memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkolaborasi dalam menjalankan usaha.

 

Selain itu, penyimpanan stok dalam jumlah yang sesuai kebutuhan dan pengelolaan pesanan secara langsung dari rumah dapat meningkatkan efisiensi operasional, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

 

Model Urban Development Berbasis Komunitas

 

Apabila konsep ini dikembangkan dalam kerangka Urban Development yang digagas SWARSTA, maka pembangunan hunian vertikal tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada penciptaan ekosistem ekonomi masyarakat.

 

Komunitas dapat saling berbagi pengetahuan mengenai pemasaran digital, pengelolaan logistik, pelatihan usaha, hingga kolaborasi promosi. Dengan demikian, keberhasilan satu pelaku usaha berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi warga lainnya.

 

Pendekatan ini menjadikan redevelopment bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan transformasi sosial dan ekonomi yang memperkuat daya saing komunitas di era digital.

 

Fenomena yang dialami warga Rumah Susun Tanah Abang menunjukkan bahwa masa depan hunian perkotaan tidak lagi hanya berbicara tentang tempat tinggal, tetapi juga tentang ruang produktif yang mendukung aktivitas ekonomi. Unit seluas 24 meter persegi dapat menjadi pusat usaha yang efektif apabila didukung desain yang tepat, infrastruktur digital yang memadai, dan ekosistem komunitas yang kuat.

 

Di tengah perubahan perilaku konsumen menuju perdagangan daring, konsep VOHO (Vertical Office Home Office) menawarkan arah baru bagi pembangunan kota. 

 

Hunian vertikal modern tidak hanya menjawab keterbatasan lahan Jakarta, tetapi juga membuka peluang agar setiap keluarga mampu hidup, bekerja, berinovasi, dan bertumbuh dari ruang yang sama. 

 

Jika diwujudkan secara terencana, RSTA Baru dapat menjadi contoh bahwa transformasi fisik kawasan dapat berjalan beriringan dengan transformasi ekonomi masyarakat menuju era digital.

Ad
Monarq Studiom 4
Forward News
Chat with us on WhatsApp